PEREMPUAN MERDEKA DALAM PERSPEKTIF FEMINISME EKSISTENSIALIS SIMONE DE BEAUVOIR
Kata Kunci:
Perempuan Merdeka, Feminisme, Eksistensialisme, Simone de BeauvoirAbstrak
Pertanyaan tentang apa dan siapa perempuan, memang akan melahirkan berbagai perspektif, bahkan saling kontraproduktif. Ada yang menjesakan dari sosial-historis, biologis, psikoanalisis, ekonomi, dan masing-masing memberikan penjelasan yang berbeda tentang perempuan. Namun, terlepas dari beberapa penjelasan tersebut, senantiasa perempuan menjadi inferior dibandingkan dengan laki-laki yang selalu diposisikan sebagai superior, dan hal ini yang memacu Simone de Beauvoir untuk menggagas siapa itu perempuan melalui pemikirannya yakni feminisme eksistensialis. Berangkat dari metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutik filosofis, maka hasil dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa: 1) Gagasan Simone de Beauvoir mengenai feminisme eksistensialis banyak dipengaruhi oleh filsafat eksistensialisme dari Jean Paul-Sartre, dengan dalilnya adalah “eksistensi mendahului esensi”, 2) Simone mengadobsi tentang “Ada” dari Sartre yakni “Ada” pada dirinya (etre en soi), “Ada” bagi dirinya (etre pour soi) dan “Ada” untuk orang lain (etre pour les autres), 3) “Manusia dikutuk untuk bebas”, tidak hanya laki-laki yang memiliki kebebasan, namun juga perempuan, 4) Pernikahan sebagai hal membatasi kebebasan perempuan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 JURNAL PENALARAN RISET (Journal of Reasoning Research)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.


