Menjelajahi Terjemahan Bahasa Waktu Nyata (RLT) dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
Meningkatkan Komunikasi di Thailand
DOI:
https://doi.org/10.25078/ijoss.v2i2.4216Abstrak
Artikel ini membahas apakah alat terjemahan bahasa waktu nyata, seperti Google Translate atau aplikasi online serupa, efektif dalam pendidikan bahasa Inggris, terutama di Thailand. Meskipun kemampuan bahasa Inggris semakin penting di dunia yang semakin mengglobal, siswa di Thailand masih tertinggal dalam upaya mereka untuk menguasai bahasa tersebut. Metode pengajaran yang telah lama digunakan umumnya gagal menangani masalah yang ada, dengan masalah terbesar terjadi di mana siswa memiliki sedikit paparan di sekolah. Terjemahan bahasa waktu nyata yang didukung AI dapat menjadi solusi untuk masalah tersebut dengan menyediakan terjemahan instan yang dapat membantu menjembatani kesenjangan antara kemampuan saat ini dan kebutuhan yang dituntut oleh kebutuhan untuk mempelajari bahasa Inggris. Artikel ini bertujuan untuk membahas bagaimana alat-alat ini mempengaruhi proses pembelajaran, termasuk mengatasi hambatan bahasa. Ini juga mengeksplorasi persepsi pendidik dan pelajar dalam penggunaan alat tersebut di dalam kelas. Untuk mendapatkan wawasan, akan dilakukan beberapa wawancara kualitatif dengan dua guru bahasa Inggris yang sedang praktik dan dua siswa yang memiliki pengalaman praktis menggunakan alat terjemahan waktu nyata dalam lingkungan belajar mereka. Wawancara ini akan memberikan wawasan berharga tentang aplikasi praktis, manfaat, dan tantangan yang terkait dengan penggunaan alat terjemahan yang didukung AI dalam pengajaran bahasa Inggris. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa alat terjemahan waktu nyata dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris. Para guru menyatakan bahwa dukungan ini sangat membantu dalam menjangkau teks yang kompleks dan kosakata yang tidak dikenal dengan kehilangan frustrasi dan kecemasan yang minimal yang terkait dengan pembelajaran bahasa. Bagi siswa, di sisi lain, alat tersebut memberikan dukungan instan untuk kebutuhan mendesak mereka, sehingga memungkinkan mereka untuk berpartisipasi dalam diskusi kelas dan tugas dengan lebih antusias. Ini berarti siswa dapat belajar dari kesalahan mereka secara langsung dengan alat terjemahan waktu nyata. Alat ini juga membantu memperkuat pemahaman bahasa di benak mereka. Namun, studi ini memiliki beberapa kelemahan dalam penggunaan alat terjemahan waktu nyata. Guru dan siswa sama-sama khawatir tentang akurasi terjemahan, terutama dengan ungkapan idiomatik atau nuansa budaya yang mungkin tidak dipahami oleh AI. Ada juga kemungkinan bahwa mereka akan menjadi terlalu bergantung pada alat ini dengan mengorbankan pengembangan internal keterampilan pemecahan masalah bahasa dan pemikiran kritis.
Kata kunci: Terjemahan bahasa waktu nyata (RLT), bahasa Inggris, siswa Thailand, pedagogi CLT.







