INOVASI DAN TREN PAKET WISATA ERA DIGITAL 5.0 DI KABUPATEN BELU NUSA TENGGARA TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.25078/pariwisata.v10i2.5228Kata Kunci:
Inovasi, tren, paket wisata, era 5.0, Kabupaten Belu, Digital, pariwisataAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis inovasi dan tren paket wisata yang berkembang di Kabupaten Belu dalam menghadapi era 5.0, yaitu era di mana teknologi digital dan kecerdasan buatan semakin mempengaruhi berbagai sektor, termasuk pariwisata. Kabupaten Belu, yang terletak di Nusa Tenggara Timur, memiliki potensi pariwisata yang besar, namun masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan paket wisata yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi wisatawan modern. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara dengan pelaku industri pariwisata, serta studi literatur terkait inovasi teknologi dalam sektor pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di era 5.0, Kabupaten Belu telah mulai mengintegrasikan teknologi seperti aplikasi mobile, sistem pemesanan online, dan media sosial dalam pengembangan paket wisata. Tren yang muncul mencakup paket wisata berbasis pengalaman lokal, wisata berbasis budaya dan alam, serta penggunaan teknologi untuk memberikan layanan yang lebih personal dan interaktif bagi wisatawan. Meskipun demikian, masih terdapat kendala terkait infrastruktur digital dan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola teknologi tersebut. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat lokal, dan sektor swasta dalam mempercepat adopsi inovasi untuk meningkatkan daya saing pariwisata Kabupaten Belu di era digital.
Unduhan
Referensi
Achmad Zidan Rahematus Salam, Tarabunga Angelyca. (2023). Pengaruh Society 5.0 Terhadap Industri Pariwisata. Jurnal Peta Pesona Pariwisata.
BPS. (2024). Laporan Jumlah Kunjungan Wisatawan Berdasarkan Tujuan dan Bulan. Belu: Badan Pusat Statistik
Fatul Qorib, Latif Fianto, Yosephina Anchieta Barru. (2023). Penguatan Pariwisata Untuk Meningkatkan Minat Kunjungan Wisatawan Di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. ISSN 2088-7469 (Paper) ISSN 2407-6864 (Online) Volume 13 Nomor 1
Ghufron, G. (2018, September). Revolusi Industri 4.0: Tantangan, Peluang, dansolusi bagi dunia pendidikan.In SeminarNasional DanDiskusiPanelMultidisiplin Hasil Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2018(Vol.1, No.1).
Handayani, N. N. L., & Muliastrini, N. K. E. (2020, December). Pembelajaran EraDisruptif Menuju Era Society 5.0 (Telaah Perspektif Pendidikan Dasar). InProsidingSeminar NasionalIAHN-TP PalangkaRaya(No. 1, pp.1-14).
Mulyani, E., & Hidayat, R. (2020). Tren paket wisata berbasis keberlanjutan di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pariwisata, 16(4), 98-112.
Nobertus darius Ati, Bambang Kusbandrijo, Supri Hartono. (2024). Peran Pemerintah Terhadaop Pengembangan Industri pariwisata Pantai pasir Putih Kabupaten Belu Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. PRAJA Observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik.
Peraturan Daerah Kabupaten Belu Nomor 25 Tahun 2016 Tentang Kepariwisataan
Pitana, I Gde. dan Surya Diarta, I Ketut. (2009). Pengantar Ilmu Pariwisata. Yogyakarta : Penerbit Andi.
Puspita, Y., Fitriani, Y., Astuti, S., & Novianti, S. (2020, April). Selamat tinggalrevolusi industri 4.0, selamat datang revolusi industri 5.0. In Prosiding Seminar Nasional Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang. Sabri,I.(2019). Peran pendidikan seni dierasociety 5.0 untuk revolusi Industri 4.0. In Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana (PROSNAMPAS) (Vol.2,No.1,pp. 342-347)
Sugiarto, H., & Widiastuti, A. (2020). Pengembangan destinasi wisata berbasis komunitas di Indonesia. Jurnal Pariwisata, 9(2), 135-148.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
World Tourism Organization (UNWTO). (2020). Tourism and Technology: The Changing Landscape of Travel. Madrid: UNWTO.

