The Interaction Between Gastronomy and Law: A Regulatory Study of Culinary Practices in Kuningan, West Java

Penulis

  • Nadya Rechtta Utami Universitas Bhakti Husada Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25078/pariwisata.v10i2.5016

Kata Kunci:

Gastronomy, Culinary Law, Food Regulation, Traditional culinary, Kuningan, Cultural Heritage

Abstrak

Penelitian ini mengkaji interaksi antara gastronomi dan hukum melalui pendekatan regulatif terhadap praktik kuliner di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Indonesia. Wilayah ini dikenal memiliki kekayaan kuliner tradisional yang beragam dan menjadi bagian penting dari identitas budaya lokal. Namun, perkembangan sektor kuliner tidak terlepas dari pengaruh berbagai regulasi hukum, baik yang bersifat formal seperti perizinan usaha, sertifikasi halal, dan standar keamanan pangan, maupun norma sosial informal yang hidup dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan, wawancara mendalam terhadap pelaku usaha kuliner lokal, serta analisis normatif terhadap peraturan daerah dan kebijakan nasional yang berkaitan dengan makanan dan warisan budaya takbenda. Penelitian ini juga menelaah dinamika antara praktik kuliner tradisional dengan tuntutan hukum modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketegangan antara upaya pelestarian kuliner lokal dengan keharusan memenuhi persyaratan legal formal, seperti izin edar dan sertifikasi. Banyak pelaku usaha kecil mengalami hambatan administratif dan biaya tambahan dalam memenuhi ketentuan tersebut. Di sisi lain, terdapat potensi besar bagi hukum untuk berperan dalam perlindungan dan promosi kuliner tradisional jika diintegrasikan dengan kebijakan budaya dan pariwisata. Kesimpulannya, interaksi antara gastronomi dan hukum di Kuningan mencerminkan pentingnya harmonisasi antara kerangka regulatif dan dinamika sosial-budaya. Diperlukan pendekatan hukum yang lebih inklusif dan kontekstual untuk mendukung keberlanjutan kuliner lokal sebagai bagian dari warisan budaya nasional.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.

Cotterrell, R. (2006). Law, Culture and Society: Legal Ideas in the Mirror of Social Theory. Ashgate.

Cotterrell, R. (2006). Law, Culture and Society: Legal Ideas in the Mirror of Social Theory. Aldershot: Ashgate Publishing

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Sage Publications.

Denzin, N. K. (1978). The Research Act: A Theoretical Introduction to Sociological Methods. McGraw-Hill.

Fitriyah, F., & Nugroho, A. Y. (2021). Legalitas UMKM Kuliner Tradisional dalam Perspektif Ekonomi dan Budaya. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 51(2), 180–195.

Fitriyah, L., & Nugroho, H. (2021). Dinamika Adaptasi UMKM Kuliner Tradisional terhadap Regulasi Formal. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 9(1), 88–102.

Haddad, L. (2017). Achieving Food System Transformation: Policy and Legal Levers. IFPRI.

Haddad, R. (2017). Pendampingan Pemerintah dalam Penguatan Usaha Kuliner Tradisional: Studi Kasus di Jawa Barat. Jurnal Administrasi Publik, 5(3), 211–225.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Montanari, M. (2006). Food is Culture. Columbia University Press.

Montanari, M. (2006). Food is Culture. New York: Columbia University Press

Prabowo, A. (2019). Resistensi Pelaku Usaha Kuliner Tradisional terhadap Regulasi Hukum di Indonesia. Jurnal Hukum dan Masyarakat, 12(2), 145–160.

Prabowo, H. (2019). Hukum, Budaya, dan Gastronomi: Studi Interdisipliner Regulasi Kuliner Tradisional di Indonesia. Jurnal Hukum & Masyarakat, 11(1), 55–72.

Rachbini, D. J., & Halimatusa’diyah, I. (2020). Ekonomi Politik UMKM di Indonesia. LP3ES.

Rachbini, D. J., & Halimatusa’diyah, I. (2020). Ekonomi Politik UMKM di Indonesia. LP3ES.

Sari, M. A., & Wahyudi, S. (2021). Strategi Pengembangan Wisata Kuliner Berbasis Budaya Lokal di Kabupaten Kuningan. Jurnal Pariwisata Nusantara, 3(1), 15–28.

Sari, M. A., & Wahyudi, S. (2021). Strategi Pengembangan Wisata Kuliner Berbasis Budaya Lokal di Kabupaten Kuningan. Jurnal Pariwisata Nusantara, 3(1), 15–28.

Scarpato, R. (2002). Gastronomy as a tourist product: The perspective of gastronomy studies. In A.-M. Hjalager & G. Richards (Eds.), Tourism and Gastronomy (pp. 51–70). Routledge.

Scarpato, R. (2002). Gastronomy as a tourist product: The perspective of gastronomy studies. In A.-M. Hjalager & G. Richards (Eds.), Tourism and Gastronomy (pp. 51–70). Routledge.

UNESCO. (2010). Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.

Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). Sage Publications.

Diterbitkan

2025-09-13

Cara Mengutip

Utami, N. R. (2025). The Interaction Between Gastronomy and Law: A Regulatory Study of Culinary Practices in Kuningan, West Java. Jurnal Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Pariwisata Agama Dan Budaya, 10(2), 141–151. https://doi.org/10.25078/pariwisata.v10i2.5016

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.