MODEL PENGEMBANGAN PEMBUATAN GARAM PALUNGAN SEBAGAI PRODUK WISATA DI DESA WISATA LES KECAMATAN TEJAKULA KABUPATEN BULELENG
DOI:
https://doi.org/10.25078/pariwisata.v10i2.5320Kata Kunci:
Development; manufacture of Palungan salt as a tourism productAbstrak
Garam Palungan merupakan salah satu potensi wisata unik di Desa Wisata Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Produk wisata ini tidak hanya menawarkan hasil olahan garam dengan metode tradisional, tetapi juga mengedepankan aspek edukasi, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Pengelolaannya dilakukan oleh pengusaha lokal dengan tujuan mengumpulkan, menyimpan, melestarikan, dan memperkenalkan Garam Palungan kepada wisatawan sebagai daya tarik yang autentik dan berkelanjutan. Penelitian ini menyoroti potensi dan daya tarik Garam Palungan yang dianalisis melalui teori 4A, yaitu attraction (atraksi yang unik dan bernilai edukasi), accessibility (kemudahan akses menuju lokasi), amenities (fasilitas penunjang bagi wisatawan), dan ancillary services (layanan tambahan untuk mendukung kenyamanan). Hasilnya menunjukkan bahwa Garam Palungan memiliki nilai jual tinggi sebagai wisata edukatif sekaligus ekonomi kreatif yang dapat memperkuat citra Desa Wisata Les di kancah pariwisata. Namun, terdapat sejumlah kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan infrastruktur, minimnya promosi, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, keterbatasan dana, dan belum optimalnya kemitraan strategis dengan institusi pendidikan atau pihak swasta. Untuk mengatasi hambatan ini, penelitian merancang model pengembangan berbasis partisipasi masyarakat, peningkatan fasilitas, integrasi program edukasi, promosi digital yang berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor guna memperkuat ekonomi lokal dan menjaga kelestarian budaya. Model pengembangan yang dihasilkan diharapkan menjadi acuan strategis bagi pengelola, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lainnya dalam meningkatkan kualitas dan jumlah kunjungan wisatawan. Selain itu, model ini juga berperan dalam memperbaiki manajemen operasional, pemasaran, serta pengelolaan daya tarik wisata berbasis kearifan lokal, sehingga Garam Palungan dapat menjadi produk wisata unggulan yang memberi manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat Desa Les.
Kata Kunci: Pengembangan, pembuatan garam palungan sebagai produk wisata
Unduhan
Referensi
Agustiantini, P. 2022. Analisis Pengembangan Ekowisata Bahari di Desa Les Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng. Sista Jurnal Akademisi dan Praktisi Pariwisata, 2(2), 102-111.
Bungin, B. (2020). Post Qualitative Sosial Research Methods (2nd ed.). Kencana.
Cooper et. al. (1993). Tourism: Principles &Practice. England: Longman Group. Hadiwijoyo, S. (2012). Perencanaan Pariwisata Berbasis Masyarakat. Yogyakarta:
Deshpande, S.G. (2013) Classification of Security attack in Vehicular Ad hoc network: A survey. International Journal of Emerging Trends & Technology in Computer Science (IJETTCS), 2, 371-377.
Kotler, P., & Keller, K. (2016). Marketing Managemen (Vol. 15th Edition). Pearson
Poetja, E. I., Wiyanto, D. B., & Putra, I N. G. 2024. Penilaian Biodiversitas Ikan Karang pada Lokasi Berbeda: Studi Kasus Kawasan Indonesia Coral Reef Garden Bali Utara. Rekayasa Journal of Science and Technology, 17(1), 10-22. https://doi.org/10.21107/rekayasa.v.17i1.24171.
Education,Inc.Buhalis, D. (2000). Marketing the competitive destination of the future. Tourism Management, 21(1), 97–116. https://doi.org/10.1016/S0261-5177(99)00095-3
Ningrum, L. (2019). HOMESTAY DESA WISATA DI INDONESIA – Bagaimana Persepsi Masyarakat Kota? Jurnal Pariwisata, 6(1), 80–91. https://doi.org/10.31311/par.v6i1.5113
Profil Desa Les. (2024). https://les-buleleng.desa.id/index.php/first/artikel/3
Sugiyono;, Prof. D. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Suni, M., & Badollahi, Muh. Z. (2020). Strategi Diversifikasi Atraksi Budaya Dalam Mendukung Pengembangan Wisata Desa Wakatobi. Publik (Jurnal Ilmu Administrasi), 9(1), 25. https://doi.org/10.31314/pjia.9.1.25-33.2020

